Category Archives: Dekorasi

Inilah 4 Keuntungan Utama Menggunakan Kaca Tempered di Kantor

Keuntungan Utama Menggunakan Kaca Tempered

Salah satu jenis kaca yang paling sering digunakan untuk partisi kantor adalah kaca tempered. Memiliki kualitas serta ketebalan yang lebih ekstra menjadikan penggunaannya sangat dibutuhkan dalam setiap interior ruangan. Khusus dalam ruangan perkantoran, kaca jenis tempered biasanya banyak digunakan untuk partisi jendela, pintu dan sekat ruangan. Bukan karena harganya terjangkau, penggunaannya begitu populer karena kaca jenis tempered memang terbukti memiliki banyak keunggulan dibandingkan partisi lainnya.

Meski sering dibanderol dengan harga yang murah, kaca jenis tempered bukanlah termasuk sebagai material yang murahan. Kehadirannya sangat digemari masyarakat karena dirasa sangat menguntungkan. Tak heran, hampir setiap bangunan perkantoran di perkotaan pasti sudah menggunakan kaca ini disetiap interiornya. Nah, penasaran bukan seperti apa keuntungannya? Ini dia uraiannya!

Keuntungan Menggunakan Kaca Jenis Tempered di Kantor

Kaca jenis tempered memiliki kualitas lebih baik dari jenis kaca lainnya, lapisannya yang begitu tebal dan kuat menjadikan kaca ini mampu bertahan sangat lama hingga puluhan tahun lamanya. Di kota-kota besar, kaca jenis tempered bahkan sering digunakan sebagai kanopi bangunan kantor. Dan ini dia keuntungan lainnya!

1. Menjadikan Ruangan Terasa Lebih Luas

Ruangan kantor biasanya selalu penuh dengan peralatan kerja yang menjadikan ruangan terasa pengap dan sempit. Hal itu kini tidak akan terjadi lagi jika Anda menggunakan kaca jenis tempered. Kesan transparan yang ada pada kaca tersebut mampu menjadikan ruangan kantor terasa lebih luas. Saat digunakan sebagai sekat atau pembatas, ruangan akan terasa lebih lapang hingga suasana terbuka pun semakin membuat aktivitas kantor menjadi terkesan lebih profesional. Dengan kaca jenis tempered, kesan terbuka di ruang kantor juga akan memudahkan para pegawai untuk saling berinteraksi satu sama lain.

Dengan demikian, aktivitas kerja yang dilakukan antar karyawan akan semakin berjalan dengan lancar.

2. Memberikan Pencahayaan dengan Optimal

Keuntungan Utama Menggunakan Kaca Tempered

Kantor biasanya selalu identik memiliki banyak kapasitas ruangan di dalamnya, hadirnya kaca jenis tempered akan sangat menguntungkan guna menjadikan ruangan terpapar pencahayan dengan baik. Bila perlu gunakan kaca jenis tempered di setiap sudut ruangan sehingga ruangan akan selalu terkesan terang dan juga lebih sehat.

3. Memberikan Keamanan yang Lebih Baik

Bangunan kantor biasanya dibangun sebagai gedung pencakar langit yang memiliki belasan hingga puluhan lantai di dalamnya. Hadirnya kaca jenis tempered akan sangat dibutuhkan guna menambah keamanan di setiap ruangan. Kaca tempered merupakan jenis kaca yang dirancang sangat kuat dan ramah lingkungan, struktur lapisannya bahkan sangat kuat terhadap segala beban dan benturan hingga 2 kali lipat dari jenis kaca biasa.

Saat terjadi retak atau hal-hal yang tidak diinginkan, kaca jenis tempered ini tidak akan membahayakan orang lain disekitarnya. Kaca tidak akan langsung terjatuh dan pecah mengenai seseorang, sebaliknya kaca akan melebur terlebih dahulu tampak seperti mozaik. Dengan demikian setiap orang bisa mengantisipasi resiko bahaya akibat terkena pecahan kaca.

4. Menambah Estetika Ruangan

Keuntungan Utama Menggunakan Kaca Tempered

Hampir setiap bangunan kantor kini sudah mengganti partisi dindingnya menggunakan kaca jenis tempered. Bukan tanpa alasan, penggunaannya sangat digemari karena mampu menjadikan ruangan terlihat lebih indah dan sedap untuk dipandang mata. Aplikasi kaca jenis tempered biasanya banyak digunakan pada konsep ruang kantor terbuka yang menjadikan ruangan benar-benar terasa sangat modern.

Kesan transparan yang begitu sederhana dijamin akan membuat ruangan terasa lebih segar dan tentunya enak untuk dipandang mata.

Berbagai Hal Ini yang Wajib Diketahui Sebelum Menggunakan Plafon Akustik

Hal Wajib Diketahui Sebelum Menggunakan Plafon Akustik

Saat ini banyak sekali cara untuk membuat rumah atau bangunan tampak lebih modern, mulai dari segi desain hingga penggunaan material didalamnya. Salah satu komponen yang memiliki peran penting pada keindahan interior suatu rumah atau bangunan adalah bagian plafon. Anda dapat menjumpai berbagai macam jenis plafon untuk menghiasi langit – langit anda, yang kemudian dipadukan dengan cahaya lampu yang di letakan sesuai posisi agar mendapat pencahayaan yang sempurna.

Namun, pernahkah anda mendengar plafon akustik? Biasanya jenis plafon ini banyak dijumpai pada area interior perkantoran khususnya pada area lobby kantor, ruang rapat, bioskop, studio musik dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan jenis plafon ini ruangan akan terlihat lebih mewah, indah serta cantik. Kesan yang ditampilkanpun elegan dan modern. Selain itu juga masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh jenis plafon ini. Tak heran banyak sekali peminat dari jenis plafon tersebut. Tetapi, tahukah anda terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan jenis plafon ini lho! Penasaran? Berikut informasinya.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan Plafon Jenis Akustik

Hal Wajib Diketahui Sebelum Menggunakan Plafon Akustik

Sebelum menggunakan Plafon Akustik, sebaiknya anda mengetahui beberapa hal. Diantaranya adalah pertama anda harus mengetahui area mana yang akan dipasangkan plafon jenis ini. Plafon jenis akustik digunakan untuk membantu peredaman suara secara baik. Jadi anda harus menempatkan plafon ini pada area yang tepat agar fungsi dari plafon ini bisa digunakan dengan maksimal. Persiapan lokasi ini tentu menjadi sebuah faktor utama sebelum anda menggunakan plafon jenis akustik.

Kemudian hal selanjutnya yang harus diketahui sebelum menggunakan jenis plafon ini adalah mengenai harganya. Anda harus mempertimbangkan harga yang dijual di pasaran. Pastikan saat hendak membeli Plafon jenis Akustik, anda mendapatkan harga paket yakni beserta dengan jasa pemasangannya dan biaya pengecatan jika anda menginginkan finishing tambahan pada plafon. Dengan mengetahui hal ini, anda akan tahu biaya pasti yang akan dikeluarkan nantinya. Hal ini dilakukan karena pemasangan plafon jenis akustik harus dikerjakan oleh seseorang yang berpengalaman agar hasil akhirnya berkualitas dan sesuai dengan ekspetasi anda.

Selanjutnya sebelum menggunakan plafon akustik, pastikanlah penghias pertemuan antara dinding dengan plafon atau yang biasanya disebut dengan list profile chornice memiliki ukuran yang sesuai dengan lebar ruangan. Hal ini penting untuk diketahui agar plafon dapat terpasang secara pas pada area yang di inginkan. Selain itu anda juga patut mengetahui berbagai kelebihan yang ada didalam plafon jenis akustik, sehingga anda dapat mengetahui apakah jenis plafon tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

Hal terakhir yang perlu anda ketahui sebelum menggunakan plafon jenis akustik adalah sifat yang dimilikinya. Plafon jenis ini memiliki sifat yang tidak tahan terhadap air. Jadi jika anda akan menggunakan plafon jenis akustik sebagai penutup langit – langit rumah, pastikan hindari dari rembesan air dan merawatnya secara baik. Dengan mengetahui sifat yang dimilikinya, anda dapat mengurangi resiko yang mungkin akan merusak estetika dari plafon tersebut. Sederhana bukan? Tentu bukan sesuatu hal yang sulit untuk diingat tentang berbagai hal yang sudah disebutkan tadi sebelum anda menggunakan plafon jenis akustik. Semoga berbagai informasi yang telah diberikan dapat membantu serta menjadi pertimbangan anda saat ingin memasang plafon. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Macam-macam Cara Kerja Roller Blind yang Perlu Kamu Tahu!

Cara Kerja Roller Blind yang Perlu Kamu Tahu!

Diantara kita pernahkah mendengar sebuah benda bernama roller blind? Benda tersebut adalah tirai modern yang memiliki berbagai macam bentuk dan variasi. Tirai ini juga memiliki beberapa manfaat serta kegunaan yang berbeda dengan tirai pada umumnya loh. Blind merupakan produk inovasi tirai yang terdiri dari beberapa jenis dan model tertentu. Disamping itu semua, anda juga perlu mengetahui cara kerja benda yang banyak digunakan pada bangunan-bangunan komersial berikut ini. Tirai ini memiliki cara kerja yang juga terdiri dari beberapa macam. Cara kerja blind tergantung pada jenisnya. Umumnya cara kerja blind adalah dengan menarik salah satu tali yang terhubung dengan tirai, kemudian tirai akan naik dan membuka atau menutup. Nah sekarang kita simak yuk beberapa penjelasan mengenai cara kerja blind sebelum anda mulai untuk menggunakannya.

Inilah Cara Kerja Roller Blind yang Beraneka Macam!

Flexy stop

Cara Kerja Roller Blind yang Perlu Kamu Tahu!

Cara kerja yang pertama pada tirai berbentuk minimalis ini adalah sistem flexy stop. Mekanisme kerjanya terbilang cukup sederhana, blind dengan sistem ini memiliki sebuah tali dengan bandul yang dikaitkan di tengah tirai. Jika anda menarik bandul tersebut, secara otomatis tirai akan tergulung kemudian membuka. Untuk menutupnya, anda hanya perlu menarik bandul kembali sampai bawah sesuai dengan yang anda inginkan. Cara kerja ini sangat mudah ditemui di berbagai variasi blind.

Chain (rantai) standar dan chain heavy duty

Cara Kerja Roller Blind yang Perlu Kamu Tahu!

Mekanisme kerja blind berikutnya adalah dengan menggunakan chain atau rantai. Ada dua tipe rantai yang biasa digunakan pada sebuah blind. Tipe rantai itu adalah yang standar dan heavy duty. Baik standar maupun heavy duty, sistem chain memakai rantai yang diletakkan di sisi pinggir blind. Perbedaannya dapat dilihat dari ukuran rantai tersebut. Untuk yang standar, rantai yang digunakan cenderung lebih kecil, sedangkan yang heavy duty biasanya lebih besar dan lebih berat. Cara kerja pada sistem tersebut adalah dengan menarik rantai untuk membuka dan menutupnya. Jika blind yang anda gunakan berukuran kurang dari 2 meter, maka sebaiknya anda memilih sistem chain standar. Sebaliknya, jika blind yang dipilih memiliki ukuran lebih dari 2 meter, maka sebaiknya anda memakai chain dengan tipe rantai heavy duty.

One touch (self released)

Cara Kerja Roller Blind yang Perlu Kamu Tahu!

Sistem kerja terakhir yang paling sering dipakai pada mekanisme blind adalah sistem one touch. Mekanisme tersebut merupakan sebuah inovasi cara kerja otomatis yang sangat simple dan efisien dalam membuka dan menutup tirai. Dilihat dari bentuknya, blind dengan sistem tersebut sekilas mirip dengan sistem chain. Hanya saja. hal penting yang perlu anda tahu adalah sistem ini dapat menutup secara otomatis hanya dengan satu tarikan rantai saja. Berbeda dengan sistem chain yang harus menarik rantai blind secara manual, pada cara kerja sistem ini rantai cukup digerakkan sedikit dan tirai akan turun dengan sendirinya.

Beberapa cara kerja yang telah disebutkan diatas sangat umum ada diberbagai variasi dan jenis blind. Sebenarnya masih ada beberapa cara kerja lain, hanya saja ketiga cara kerja tersebutlah yang paling sering digunakan oleh para produsen pembuat roller blind. Sebagai konsumen yang bijak, anda harus memikirkan baik-baik blind seperti apa yang akan anda pilih sebagai pelindung jendela hunian anda. Pilihlah yang sesuai dengan apa yang anda butuhkan. Nah, sekarang anda sudah paham kan cara kerja blind seperti apa?

Baca Ini Sebelum Memilih Motif Tirai untuk Kamar Anak Anda!

Tirai penutup pintu atau jendela yang umum disebut gorden atau hordeng, mulai dikenal penduduk Nusantara setelah masa kolonialisme menguasai wilayah ini. Tetapi jauh sebelum itu, tirai penghalang ini telah digunakan oleh bangsa Indian di Amerika sebagai daun pintu tenda yang dibuat sedemikian rupa agar memudahkan saat keluar masuk tenda. Tenda-tenda dan tirai sekaligus pintu ini dibuat dari kulit binatang yang jumlahnya melimpah pada kehidupan mereka.

Perkembangan tirai terus terjadi di seantero dunia yang terbuat dari kain sutera halus pada kamar-kamar atau ruang tidur para bangsawan dan kaum super kaya di Cina, Persia, Romawi, dan banyak kerajaan di Eropa. Berbagai tirai besar yang dibentangkan di ruang-ruang kerajaan ini telah membawa pesona eksotis yang mempercantik interior kerajaan yang umumnya terbuat dari tumpukan batu-batu besar.

Motif Tirai

Kini masyarakat dunia seakan wajib menghadirkan gorden murah dalam bangunan mereka, baik perkantoran, perhotelan, maupun perumahan. Tirai yang diproduksi semakin berkembang dengan corak dan motif indah sebagai penunjang kemewahan bagi pemiliknya. Namun demikian, beragamnya tirai yang sangat indah ini berharga murah dan sangat terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh kebanyakan khalayak.

Berbagai Motif Tirai yang Sesuai untuk Kamar Anak

Keberadaan tirai di banyak hunian tidak saja mempercantik interior, melainkan juga digunakan untuk mereduksi panas matahari sekaligus menjaga privasi para penghuni rumah. Atas alasan ini pula, kini semakin banyak tirai yang dipasang bertumpuk dalam satu tempat dengan bentuk, bahan, dan motif yang serasi, tak terkecuali kamar anak. Tirai-tirai yang dipasang di pintu dan jendela ini biasanya dipadukan dengan warna dinding, konsep hunian, dan  selera para penghuni. Karena itu pula memilih motif tirai menjadi pelik dan cukup membingungkan, terlebih pada kamar anak. Nah, pada artikel kali ini kita akan kupas beragam motif yang sesuai dan dapat diterima anak pada kamar mereka.

Motif Gorden

1. Sesuai Karakter Anak

Pahamilah karakter anak, termasuk kesukaannya sebelum memilih motif kain tirai untuk kamar mereka. Hal ini penting mengingat anak memliki kecenderungan dan kesenangan yang berbeda dengan selera orang dewasa. Bila perlu, ajaklah anak untuk memilih sendiri motif kain tirai yang akan dibeli. Hal ini lebih baik untuk menghindari “konflik” secara psikologis pada diri anak. Terkadang anak menyukai tokoh favorit-nya seperti tokoh film atau tokoh kartun bertema hewan imut. Jangan ragu menghadirkan motif ini jika memang disukai anak.

2. Cerah dan Ceria

Pilihlah warna-warna cerah dan berkesan ceria pada motif tirai yang dipilih. Anak-anak umumnya menyukai berbagai warna cerah dan terang sesuai dengan pertumbuhan jiwanya yang semakin aktif. Jangan asal berwarna cerah, seringkali warna ini harus dipadukan dengan karakter motif yang mencerminkan keceriaan dan kegembiraan, seperti tokoh kartun yang tersenyum dan tertawa saat bermain.

3. Senada dengan Interior

Pilihlah motif dan warna kain tirai yang senada dengan ruang kamar dalam hal warna dinding dan warna sprei tempat tidur anak. Jangan memaksakan diri dengan membenturkan warna dan motif tirai pada interior secara umum. Sebab hal ini akan membuat penghuni merasa tidak nyaman. Ada baiknya dipilih sesuai dengan warna kesukaan anak, agar mereka merasa nyaman tinggal di “sarang” kecilnya.

4. Motif Tumbuhan

Jika mengalami kesulitan dalam memilih motif tirai, sementara anak mempercayakan sepenuhnya kepada Anda, maka pilihlah jalan tengah yang pasti benar, yaitu motif tumbuhan. Pilihlah motif bunga-bunga kecil yang imut dan cantik jika penghuni kamar adalah anak perempuan, dan motif daun yang melayang-layang jika sang anak adalah laki-laki.