Baca Ini Sebelum Memilih Motif Tirai untuk Kamar Anak Anda!

Tirai penutup pintu atau jendela yang umum disebut gorden atau hordeng, mulai dikenal penduduk Nusantara setelah masa kolonialisme menguasai wilayah ini. Tetapi jauh sebelum itu, tirai penghalang ini telah digunakan oleh bangsa Indian di Amerika sebagai daun pintu tenda yang dibuat sedemikian rupa agar memudahkan saat keluar masuk tenda. Tenda-tenda dan tirai sekaligus pintu ini dibuat dari kulit binatang yang jumlahnya melimpah pada kehidupan mereka.

Perkembangan tirai terus terjadi di seantero dunia yang terbuat dari kain sutera halus pada kamar-kamar atau ruang tidur para bangsawan dan kaum super kaya di Cina, Persia, Romawi, dan banyak kerajaan di Eropa. Berbagai tirai besar yang dibentangkan di ruang-ruang kerajaan ini telah membawa pesona eksotis yang mempercantik interior kerajaan yang umumnya terbuat dari tumpukan batu-batu besar.

Motif Tirai

Kini masyarakat dunia seakan wajib menghadirkan gorden murah dalam bangunan mereka, baik perkantoran, perhotelan, maupun perumahan. Tirai yang diproduksi semakin berkembang dengan corak dan motif indah sebagai penunjang kemewahan bagi pemiliknya. Namun demikian, beragamnya tirai yang sangat indah ini berharga murah dan sangat terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh kebanyakan khalayak.

Berbagai Motif Tirai yang Sesuai untuk Kamar Anak

Keberadaan tirai di banyak hunian tidak saja mempercantik interior, melainkan juga digunakan untuk mereduksi panas matahari sekaligus menjaga privasi para penghuni rumah. Atas alasan ini pula, kini semakin banyak tirai yang dipasang bertumpuk dalam satu tempat dengan bentuk, bahan, dan motif yang serasi, tak terkecuali kamar anak. Tirai-tirai yang dipasang di pintu dan jendela ini biasanya dipadukan dengan warna dinding, konsep hunian, dan  selera para penghuni. Karena itu pula memilih motif tirai menjadi pelik dan cukup membingungkan, terlebih pada kamar anak. Nah, pada artikel kali ini kita akan kupas beragam motif yang sesuai dan dapat diterima anak pada kamar mereka.

Motif Gorden

1. Sesuai Karakter Anak

Pahamilah karakter anak, termasuk kesukaannya sebelum memilih motif kain tirai untuk kamar mereka. Hal ini penting mengingat anak memliki kecenderungan dan kesenangan yang berbeda dengan selera orang dewasa. Bila perlu, ajaklah anak untuk memilih sendiri motif kain tirai yang akan dibeli. Hal ini lebih baik untuk menghindari “konflik” secara psikologis pada diri anak. Terkadang anak menyukai tokoh favorit-nya seperti tokoh film atau tokoh kartun bertema hewan imut. Jangan ragu menghadirkan motif ini jika memang disukai anak.

2. Cerah dan Ceria

Pilihlah warna-warna cerah dan berkesan ceria pada motif tirai yang dipilih. Anak-anak umumnya menyukai berbagai warna cerah dan terang sesuai dengan pertumbuhan jiwanya yang semakin aktif. Jangan asal berwarna cerah, seringkali warna ini harus dipadukan dengan karakter motif yang mencerminkan keceriaan dan kegembiraan, seperti tokoh kartun yang tersenyum dan tertawa saat bermain.

3. Senada dengan Interior

Pilihlah motif dan warna kain tirai yang senada dengan ruang kamar dalam hal warna dinding dan warna sprei tempat tidur anak. Jangan memaksakan diri dengan membenturkan warna dan motif tirai pada interior secara umum. Sebab hal ini akan membuat penghuni merasa tidak nyaman. Ada baiknya dipilih sesuai dengan warna kesukaan anak, agar mereka merasa nyaman tinggal di “sarang” kecilnya.

4. Motif Tumbuhan

Jika mengalami kesulitan dalam memilih motif tirai, sementara anak mempercayakan sepenuhnya kepada Anda, maka pilihlah jalan tengah yang pasti benar, yaitu motif tumbuhan. Pilihlah motif bunga-bunga kecil yang imut dan cantik jika penghuni kamar adalah anak perempuan, dan motif daun yang melayang-layang jika sang anak adalah laki-laki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *